Foto: Tim PKM ISI Denpasar bersama Penari Drama Tari Dewa Mesraman di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.

Program Studi (Prodi) Seni Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Pembinaan Pemandu Wisata Berbahasa Inggris dan Drama Tari Dewa Mesraman. Kegiatan dilaksanakan di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Pembinaan dilaksanakan pada 1 April hingga 5 September 2023.

Kegiatan PKM ini diketuai oleh Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti, S.S., M.Hum, dan tiga anggota, yakni  Dra. Ni Wayan Mudiasih, M.Si, Ni Wayan Suratni, S.Sn., M.Sn, dan Komang Wahyu Dinata, S.Sn., M.Sn. Pembinaan pemandu wisata berbahasa Inggris diberikan kepada warga Desa Paksabali yang memiliki minat di bidang tour guide. Peserta pembinaan diberikan penjelasan mengenai dasar-dasar bahasa Inggris yang harus dikusai seorang pemandu wisata. Selanjutnya, peserta dilatih untuk berbicara dalam bahasa Inggris.

Sementara itu, pelatihan Drama Tari Dewa Mesraman diikuti oleh warga Desa Paksabali berusia anak-anak dan remaja. Pelatihan dilakukan oleh tim ISI Denpasar dengan mendemonstrasikan tarian tersebut dan ikuti oleh peserta pelatihan. Drama tari ini selanjutnya dipentaskan di Pura Panti Timbrah, Selasa, 5 September 2023.

Dr. Dewi menerangkan Drama Tari Dewa Mesraman ini diangkat dari tradisi masyarakat yang bernama Dewa Mesraman. Dewa Masraman adalah upacara ritual masyarakat Banjar Timbrah Desa Paksebali yang diadakan setiap enam bulan sekali tepatnya pada Hari Raya Kuningan. Upacara ini dilaksanakan di pelataran Pura Panti Timbrah.

Upacara Dewa Masraman adalah wujud bhakti kepada leluhur yang dipuja di Pura Panti Timbrah, yang dijabarkan dengan serangkaian prosesi upacara Dewa Masraman tersebut. Kata masraman pada Dewa Masraman berasal dari kata “mesra” yang artinya bersenang-senang, bermesraan, bersenda gurau.

Dewa Masraman yang berarti Dewa yang bersenang-senang, bersenda gurau, dan bermesraan diekspresikan melalui gerak tarian yang digerakkan oleh “pemedek” yang sedang mengusung Joli, tempat Dewa distanakan. Dalam Dewa Masraman terdapat prosesi “Ngambeng” yang mana Joli tempat para Dewa diistanakan seolah-olah seperti berkelahi. Namun, sesungguhnya para Dewa sedang bersenang-senang. “Cerita drama tari tersebut mengandung nilai moral religius, toleransi, disiplin, tanggung jawab, dan kreatif,” tutur dosen Seni Karawitan ini.

Kegiatan PKM di desa Paksebali mengambil fokus kegiatan pelatihan pemandu wisata berbahasa Inggris dan pelatihan drama tari Dewa Mesraman telah terselenggara dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari kerjasama yang sangat baik serta perhatian pihak Desa Paksebali kepada tim ISI Denpasar.

Kegiatan pembinaan pemandu wisata berbahasa Inggris dan drama tari Dewa Mesraman telah dipublikasikan melaui kanal YouTube (link: https://youtu.be/oplX0j7Co68?si=a6eWbL-p6SpOrrl0) Selain menghasilkan dokumentasi berupa video kegiatan, PKM ini juga menghasilakan artikel ilmiah, buku ajar ber-ISBN, dan HKI karya drama tari Dewa Mesraman. (ISIDps/Humas)

Loading...